Saturday, February 26, 2011

Three Magic Words


Tolong, maaf, terima kasih.

Tiga kata ajaib ini selalu diulang-ulang dalam setiap artikel psikologi, begitu pula dalam soal pekerjaan. Tiga kata ajaib ini dapat menjadi latihan dasar untuk menjadi pemimpin yang sukses. Selalu ucapkan kata tolong pada semua pekerjaan bahkan sekecil apapun itu pada banyak orang yang membantu kita, ingat bahwa adanya pemimpin karena adanya tim. Kemudian, jangan sungkan mengucapkan kata maaf pada setiap kesalahan atau ketidaknyamanan yang seharusnya tidak kita lakukan. Lalu yang terakhir, ucapkan terima kasih pada apapun yang membantu dan mewujudkan segala urusan pada pekerjaan kita.

Mungkin, tanpa kita perlu mengucapkan tiga kata itu, anak buah kita tetap akan melakukan apa yang kita perintahkan sebagai pimpinan mereka. Ya, mungkin mereka melakukannya dengan perasaan takut kehilangan pekerjaan. Tapi, pada dasarnya semua manusia suka "diakui". Jadi, kata-kata simpel di atas bisa memberikan perbedaan, karena mereka tidak hanya akan melakukan pekerjaannya, but they will give their heart in every inches of their woks.

Monday, February 21, 2011

Obat


Jika saya kena flu, saya biasa minum Decolgen. Jika batuk, saya minum OBH Combi. Jika radang di dalam tubuh, saya minum Amoxixilin. Jika luka di badan, saya pake Betadine. Namun hari ini.....ketika saya dilanda rasa kangen yang luar biasa, saya benar-benar menyerah. Seandainya saja ada obat tablet untuk mengatasi itu........

Thursday, February 17, 2011

Beras


Sewaktu saya kecil, orangtua saya menyimpan beras di sebuah gentong yang terbuat dari tanah liat. Gentong beras tersebut ada tutupnya serupa piring. Di bagian tutup tersebut ditaruh uang koin zaman dulu yang sudah tidak berlaku, lipatan kertas berbentuk segi empat berukuran kurang lebih 0,5 x 1 cm yang di tengahnya di-stapless. Orang-orang bilang itu isim untuk penolak bala sekaligus pelindung dan pembawa berkah bagi beras yang ada di dalamnya.

Kakak perempuan saya, ketika pertama kali menjadi pegawai negeri sipil suka mengeluh dengan "beras bagian" yang diterimanya. Bagaimana tidak, kualitas beras yang diterimanya rutin tiap bulan tersebut sangatlah buruk, banyak kutu dan berbau apek.

Zaman SMU, ibu saya membekali saya beras tiap kali pulang ke rumah. Untuk bekal di kost an, ujarnya.Beras yang saya bawa dicampur dengan beras yang dibawa kakak kelas teman sekost. Kami biasa berhemat di awal pekan,biasanya makan dengan mie instan. Namun menjelang akhir pekan, ketika uang kas iuran berlebih, kami bisa beli bakso atau sate.

Setahun terakhir ini, saya lebih menyukai nasi dari beras merah karena sifatnya yang tidak lembek. Kebiasaan ini bermula sejak saya diperkenalkan dengan menu makanan Sunda tradisional di daerah Punclut Bandung oleh rekan kerja saya.

Monday, February 14, 2011

sayang



.......


satu satu
aku sayang ibu

dua dua
aku sayang ayah

tiga tiga
sayang kakak saya

satu dua tiga
sayang pacar saya


......

Sunday, February 13, 2011

sales dan cheese stick


Kuping saya panas selama 6 bulan terakhir.Big boss meragukan kemampuan saya dalam mengejar omset sales. Berkali-kali di setiap meeting saya diledek bahwa jika saya menangani sebuah toko, pasti performance salesnya kurang bagus. Saya malah pernah diledek, jika saya libur atau ikut meeting, toko --tanpa kehadiran saya-- salesnya bagus.

Hari ini saya buktikan bahwa saya juga bisa. Hari ini angka penjualan mencapai angka yang disebut2 tidak akan pernah saya tembus.

Hari ini saya sedang bersemangat karena seseorang menyemangati saya. Dan saya paling senang melihatnya mengunyah cheese stick.


Kamu sedang jatuh cinta, Soen....

Saturday, February 12, 2011

Dana Keamanan dan kaki pegal


Saya ingin tertawa (sekaligus stress) di hari kemarin. Bagaimana tidak, saya dihadapkan pada sebuah event promosi yang diselenggarakan perusahaan tempat saya bekerja. Pembukaan toko secara resmi (grand opening) diselenggarakan dengan bintang tamu sebuah group band nasional. Informasi acara memang sudah diberitahukan sebulan sebelumnya, namun tak ada meeting apa pun tentang persiapannya. Saya tidak tahu konsep dan detil acaranya seperti apa. Tiba-tiba saja 3 hari menjelang hari-H, saya diberitahu akan adanya "meet n greet" dan makan malam (dinner) bagi 3 orang customer yang beruntung. Yang membuat saya tecengang, surat perizinan, properti (perlengkapan pendukung) belum disiapkan. Maka hari-hari penuh stress saya dimulai.

Dimulai dari surat izin keramaian. Saya diminta membuat surat izin keramaian ke pihak kepolisian dengan surat pengantar dari pihak mall. Ketika pertama kali datang membawa surat pengantar, saya hanya diminta menunggu sampai esok harinya sambil menunggu dana keamanan yang akan ditransfer atasan saya untuk kemudian dibayarkan. Keesokan harinya, ketika dana telah ditransfer, saya menghubungi contact person dari kepolisian yang kemarin. Beliau mengkonfirmasi suratnya sudah jadi, tinggal menunggu tanda tangan dari pimpinan. Siangnya, saya dikonfirmasi bahwa surat tidak bisa ditandatangani karena surat pengantar idak ditujukan kepada bapak pimpinan. Saya diminta untuk mengganti surat pengantarnya. Saya tidak tahu kesalahannya ada dimana karena ketika saya konfirmasi ke pihak mall, mereka mengatakan format surat resmi untuk pengantar acara demikian seperti yang saya antarkan kemarin memang begitu standarnya. Saya tidak mau ambil pusing, saya minta surat pengganti sesuai yang diminta oleh pihak keamanan. Akhirnya digantilah surat pengantar tersebut, dan saya mengantarkannya. Di sana saya disuruh menunggu sampai istirahat makan siang sampai akhirnya surat izinnya bisa saya dapatkan. Ada 10 personal yang akan ditempatkan untuk mengamankan acara. Ketika saya memberikan dana keamanan, pihak penerima bergumam (meskipun itu terdengar sangat jelas) "ga ada lebihnya ya? buat nambah2 biaya pengetikan surat". Saya bingung dn bertanya dalam hati "ada ya biaya seperti itu?" setahu saya layanan jasa apapun yang hasil akhirnya melalui pengetikan tidak dikenakan biaya. contohnya ketika saya membeli makan di restoran atau membeli pakaian dan perlengkapan lain di toko-toko, membeli tiket travel dan kereta, kasirnya tidak pernah meminta biaya jasa pengetikan. Terkecuali ketika mengunakan jasa pengetikan skripsi. (itupun belum pernah saya alami, karena dulu ketika saya membuat skripsi, 100% saya yang mengerjakannya sendirian). Dan saya menjawab gumaman si bapak dengan senyuman dan "saya hanya diberi mandat dari atasan saya segitu Pak". Saya pulang dengan muka masam.......

Sore harinya, ketika saya dibuat pusing dengan pengerjaan rak gudang yang dibuat asal-asalan oleh kontraktornya, saya ditelpon lagi oleh atasan saya. Beliau meminta saya mencari kursi untuk duduk bintang tamu esok hari.Hoalah.....saya kaget, acaranya besok, kok baru nyari kursinya hari ini. Beruntung saya punya kontact person personalia di perusahaan tempat saya bekerja sebelumnya. Beliau membantu dengan memberikan contact person jasa penyewaan perlengkapan pesta. Akhirnya kursi tamu dan meja bisa saya dapatkan. Ketika saya mengkonfirmasi tentang biaya sewa kursi dan meja, atasan saya menambahkan "coba kamu cari sound system". lengkaplah rasa kesal saya......."Pak...!!! kenapa tidak dari kemarin2 memberi tugasnya......?". Saya mencari lagi informasi tentang sound system. Didapatlah dengan biaya sewa 1/2 juta. Atasan saya bilang kemahalan, ga usah saja katanya, biar beliau yang mencari sendiri. ya sudahlah.......Eh, selang berapa menit beliau nelpon lagi menanyakan "ga bisa dinego?" dan saya bilang "Bapak, jika kita konfirmasi jauh2 hari, mungkin kita bisa nego harga dan mencari alternatif tempat sewa yang lain, nah ini acaranya mepet,mana mau orang itu nego harga, karena dia pasti tahu ini urgent dan kita yang butuh". Dengan nada ketus saya memberikan nomor telpon penyewaan sound system tadi "mangga, Bapak saja yang nego". Tak berapa lama beliau menelpon lagi "nomornya bisa dihubungi, tapi ga diangkat2....yasudah gapapa segitu...tapi kalo kamu bisa, dinego lagi". Saya hanya bisa mengernyitkan dahi, terleih ketika saya menelpon pemilik sewa sound system dan mengkonfirmasi "tadi atasan saya menelpon mau nego harga, kok ga diangkat ya telponnya?" dan beliau menjawab "dari tadi tidak ada yang menelpon cuma Bapak"........gubrak!!.....wah jaringan telpon lagi error (itu pikiran postif saya).Akhirnya sound system sudah "aman".

Dan tiba2, saya didaulat untuk jadi MC alias pembawa acara besok. Bapaaakkk!! saya orangnya gugup di depan umum dan kenapa harus mendadak sih?

Sampai malam harinya muka saya benar-benar masam, equipment toko benar2 tidak siap. Lampu sorot kurang terang dan tidak fokus,rak gudang dibuat asal-asalan, AC yang tidak dingin dan masih ada kebocoran. Apa jadinya esok?? arrrgggghhh.....

Dan keesokan harinya, assisten saya menambah suasana makin ga asyik. Raut mukanya lain dari biasanya......

Dan acara itu pun berlangsung....saya bingung, ini adalah peresmian grand opening toko, tapi kok dari perusahaan tidak ada yang bersedia memberikan sambutan? aneh......whatever, saya membawakan acara dengan grogi (maklum tidak biasa), susunan acara tidak sistematis karena banyak yang dipotong. sampai acara selesai sore harinya....

Selesai acara, General Manager saya bersalaman dan bilang "luar biasa, good job". Dan saya bengong.....!!

Entahlah, saya hanya ingin bersyukur acaranya telah selesai, sekalipun satu pertanyaan muncul di benak saya "kemana ya satuan pengamanan yang menghabiskan dana sekitar 1,5 juta?"


Sudah ah.....kaki saya sudah pegal....saya butuh relaxasi....

Wednesday, February 9, 2011

Masam...


Hari ini saya dilanda rasa kangen yang luar biasa. Dan sampai usia segini, saya masih belum bisa mengontrol emosi jika rasa itu datang. Rasa-rasanya saya akan mendapat nilai raport merah jika saja ada mata pelajaran "pengendalian rasa kangen".

Yang menjadi masalah, jika penyakit ini muncul, saya menjadi tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Pikiran saya menjadi fokus terhadap orang yang saya kangeni dan tidak mempedulikan orang lain. Otot muka saya menjadi lebih tegang dan menjadi pelit senyum. Seperti halnya hari ini, muka saya dibilang "masam" sama rekan kerja saya. Dia membujuk saya dengan segelas jus jambu kesukaan saya "biar ga BeTe" ujarnya. Sayangnya rasa kangen saya ini tidak terobati, walhasil muka masam saya bertahan sampai sore hari. Maka jus jambu dan gurauan yang biasanya mampu membuat saya tersenyum (bahkan tertawa), terasa menjadi ocehan yang "garing". Jus jambu hanya lewat begitu saja di kerongkongan saya tanpa mampu mencairkan suasana.

adakah yang salah dengan saya? ....